SIKAP POLITIK PDI PERJUANGAN

PDI Perjuangan menyadari dan memahami sepenuhnya panggilan sejarahnya sebagai wahana pengorganisasian dan alat perjuangan rakyat untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila sebagai syarat dasar bagi terwujudnya cita–cita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Ideologi PDI Perjuangan adalah Pancasila sebagaimana tercantum dalam Anggaran Dasar yaitu “Partai berazaskan Pancasila sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 dengan jiwa dan semangat kelahirannya pada 1 Juni 1945” (Pasal 5). Sebuah ideologi yang menuntun gerak langkah, yang menjadi nafas dalam perjuangan Partai. Ideologi ini bukan hanya menegaskan posisi Partai terhadap keberagaman dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, namun sekaligus menuntun partai pada jalan Trisakti. Kedaulatan politik, keberdikarian ekonomi, kepribadian dalam kebudayaan yang mengarahkan Indonesia pada kemerdekan politik, sekaligus kemerdekaan ekonomi.

Pilihan politik PDI Perjuangan sebagai Partai Ideologis berdasarkan Pancasila mengandung beberapa konsekuensi: Pertama, Pancasila harus menjadi keyakinan dan harapan tentang masa depan bersama. Dari sinilah Pancasila menjadi inspirasi di dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat seperti kemiskinan, pengangguran dan kesenjangan sosial yang tinggi serta merebaknya intoleransi yang mengganggu kohesi sosial dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta gangguan terhadap jaminan hak-hak warga negara. Fungsi ini harus nampak jelas ketika Partai melakukan pengorganisasian di tingkat akar rumput. Kedua, Pancasila ditempatkan sebagai meja statis dan leitstar dinamis, yakni sebagai dasar dan penunjuk arah bagi kebijakan dan tindakan-tindakan politik partai. Fungsi ini dijabarkan di dalam kebijakan Partai dalam mengelola kekuasaan baik di legislatif maupun eksekutif, yakni dalam memberikan dasar dan arah kebijakan, dan skala prioritas kebijakan. Ketiga, Pancasila berfungsi sebagai ”bingkai” yakni sebagai pengatur perilaku dan sekaligus alat penilai dari perilaku organisasi, kebijakan dan pekerja Partai. Menjadi dasar untuk menyusun etika Partai dan disiplin Partai. Keempat, Pancasila sebagai the way of life, juga harus mampu menjadi dasar pembentukan kultur partai berdasarkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila 1 Juni 1945, seperti kebangsaan, kemanusiaan, mufakat/demokrasi, keadilan sosial, serta Ketuhanan yang berkebudayaan.

Kemenangan PDI Perjuangan pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019, adalah momen untuk mempertegas dan membuktikan bahwa pilihan ideologi, Pancasila dan jalan Trisakti adalah satu-satunya cara untuk mencapai Indonesia sejahtera yang berkeadilan sosial.

Meskipun PDI Perjuangan sebagai Partai utama pengusung Pemerintah, PDI Perjuangan menilai penyelenggaraan pemerintahan negara saat ini masih harus berupaya keras untuk tercapainya cita-cita Proklamasi Kemerdekaan. Pertama, demokrasi politik yang seharusnya dilaksanakan berdasarkan hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan masih sarat dengan praktek demokrasi liberal yang digerakkan oleh kekuatan kapital (liberal-capitalist democracy). Kondisi ini perlu segera diperbaiki agar ke depan kedaulatan Rakyat tidak hanya dimaknai sebagai bentuk pemilu secara langsung oleh Rakyat dengan tolak ukur kompetisi individual yang semakin memperlemah semangat gotong-royong dan persatuan bangsa. Kedua, demokrasi ekonomi yang seharusnya menempatkan Rakyat sebagai pemegang kedaulatan di dalam pengelolaan ekonomi nasional dan pelaku utama dalam pembentukan produksi nasional, ekonomi nasional masih didominasi korporasi dan bekerjanya fundamentalisme pasar. Kebijakan ekonomi dan APBN sudah seharusnya diperjuangkan untuk ditujukan dalam rangka memenuhi hak-hak dasar rakyat di bidang ekonomi, agar tidak menjadi cerminan ketergantungan pada sumber pembiayaan yang berasal dari pasar keuangan global. Ketiga, kebudayaan Indonesia yang bercirikan gotong-royong, musyawarah-mufakat dan kebhinekaan sebagai fundamen bagi bekerjanya demokrasi politik dan demokrasi ekonomi masih menghadapi persoalan akibat politik penyeragaman, pragmatisme, dan individualisme.

Berkaitan dengan kondisi tersebut, PDI Perjuangan menegaskan kembali posisi politik sebagai Partai Pelopor dengan ideologi Pancasila. Konsepsi sebagai partai pelopor yang ideologis tersebut lebih lanjut akan dijabarkan dalam kebijakan dan program politik, ekonomi, dan budaya, serta akan dikembangkan menjadi kultur partai dan sikap perilaku kader.

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas, dalam Kongres ke V ini, PDI Perjuangan menegaskan Sikap Umum yang merupakan kelanjutan dan penyempurnaan dari Sikap Umum pada Kongres IV, sebagai berikut:

  1. PDI Perjuangan menegaskan akan terus solid bergerak bersama rakyat memastikan, mengarahkan, mengawal dan mengamankan kebijakan-kebijakan politik dan program-program kerja yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat yang telah terpilih untuk ke dua kalinya agar tetap mengandung satu muatan, satu arah, serta satu haluan ideologi, Pancasila 1 Juni 1945, berpijak pada konstitusi UUD NRI Tahun 1945 dan memilih jalan Trisakti yang terwujud secara nyata menjiwai Pembangunan Nasional Semesta Berencana.
  2. PDI Perjuangan solid bergerak bersama rakyat menegaskan jalan Trisakti sebagai satu-satunya pilihan untuk mewujudkan kedaulatan di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.
  3. PDI Perjuangan solid bergerak bersama rakyat terus mengobarkan jiwa bangsa yang bermartabat, bergotong royong dan berkeadilan sosial, serta mewujudkan kehidupan politik yang menjamin kedaulatan politik Rakyat.
  4. PDI Perjuangan solid bergerak bersama rakyat secara serius mencermati ancaman konflik dan perpecahan bangsa yang dipicu oleh gerakan radikalisme, terorisme, penyeragaman tafsir dan klaim kebenaran tunggal serta pemaksaan kehendak oleh segelintir kelompok masyarakat yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. PDI Perjuangan mendesak Pemerintah untuk segera melakukan langkah-langkah konstitusional secara terencana, terukur dan sistematis untuk menyelamatkan kehidupan berbangsa dan bernegara demi mempertahankan NKRI di atas pondasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika.
  5. PDI Perjuangan solid bergerak Bersama Rakyat mewujudkan berdikari dalam bidang ekonomi dan keberpihakannya pada Rakyat Marhaen sebagai kekuatan produksi nasional yang menopang berjalannya sistem ekonomi kerakyatan, yaitu sistem ekonomi gotong-royong yang berlandaskan ideologi Pancasila guna melakukan koreksi terhadap berjalannya sistem ekonomi neo-liberal.
  6. PDI Perjuangan solid bergerak bersama Rakyat untuk mewujudkan kepribadian dalam kebudayaan nasional melalui jalan machtvorming kebudayaan yang aktif dalam upaya pemajuan kebudayaan.
  7. PDI Perjuangan solid bergerak bersama Rakyat melawan kemiskinan dan ketimpangan struktural dan mencegah berbagai bentuk penghisapan guna melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, serta menjamin terpenuhinya hak dasar warga negara Indonesia.
  8. PDI Perjuangan solid bergerak bersama Rakyat membangun manusia Indonesia unggul, produktif, berdaya saing dan mandiri, yang berkepribadian dalam kebudayaan Indonesia.
PDIP Majalengka Crop

Baitul Muslimin Indonesia

PDIP Majalengka Crop

Relawan Perjuangan Demokrasi

Alamat Kantor : 

Jl. Pemuda, Majalengka Kulon, Kec. Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat 45418

email : ……………..